
Penambahan Hidrogen Peroksida (H2O2) Yang Dilakukan Dalam Jumlah Yang Berlebihan.

Perilaku kecurangan yang menambahkan Hidrogen Peroksida pada susu tujuannya adalah berfungsi sebagai pengawet. Susu cair yang baru diperah hingga sampai pada pihak pengolahan susu sebaiknya dilakukan dalam waktu kurang dari 6 jam. Inilah yang menjadi salah satu alasan para pelaku kecurangan yang mana waktu tersebut terkadang hingga mencapai 2 hari, sangat jauh dari waktu yang seharusnya dilakukan.
Hidrogen Peroksida jika terurai sempurna akan menjadi air dan oksigen dengan bantuan kalor (H2O2 H2 + O2). Hal ini tentunya tidak menjadi kekhawatiran akan bahaya, namun.........., jika Hidrogen Peroksida yang ditambahkan dengan jumlah yang berlebih tidak terurai secara sempurna, hal inilah yang akan menjadi bahaya bagi kesehatan yang mana akan memicu radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker bahkan dapat berujung pada kematian. Hal ini tentunya siapa pun tidak menginginkannya bukan.......????
Penambahan Air Mentah

Penambahan Siklamat Berlebih
Siklamat merupakan pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 30-50 kali dari sukrosa (gula) dan jarang meninggalkan aftertaste pahit, selain itu harga siklamat juga sangat jauh lebih murah dibandingkan harga sukrosa. Tentu hal ini menjadi alasan yang cukup rasional namun tidak baik tentunya bagi pelaku kecurangan yang menambahkan siklamat pada pengolahan susu cair, dimana dengan jumlah yg lebih sedikit dan harga yang jauh lebih murah akan memberikan rasa yang manis pada susu.
Di Indonesia penggunaan siklamat masih diijinkan dengan ambang batas maksimal adalah 3 gr/kg BB. Jika penggunaan siklamat yang dilakukan melebihi ambang batas tersebut seperti yang dilakukan para pelaku kecurangan pengolahan susu, inilah yang akan menjadi bahaya bagi kesehatan karena pada siklamat terdapat senyawa yang tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh menjadi kalori dimana hal ini dapat menyebabkan terjadinya kanker hati bagi yang mengkonsumsinya.
Pemberian Pewarna Ponceau 4R Dengan Jumlah Berlebih
Ponceau 4R adalah pewarna yang banyak digunakan sebagai pewarna tekstil namun bnyak juga digunakan pada agar-agar dengan amabng batas yang diijinkan. Pelaku kecurangan yang menambahkan pewarna ini tujuannya adalah untuk mempertahankan warna susu yang sudah berubah karena aktivitas mikroba dan juga akibat dari proses pengolahan karena ponceau 4R sangat stabil terhadap panas. Ambang batas penggunaan ponceau 4R yang diijinkan adalah 300 mg/kg BB, namun dibeberapa negara seperti Amerika, Nworgia, Firlandia dll telah melarang penggunaan pewarna ini terhadap makanan atau minuman. Pengggunaan zat ini secara berlebihan akan menyebabkan Hyper aktif yaitu suatu kondisi dimana seorang anak menjadi kesulitan untuk memusatkan perhatian dan mengontrol prilaku, selain itu pewarna ponceau 4R juga dianggap bersifat karsinogenik (penyebab kanker).
Lalu bagaimana memilih dan mengkonsumsi susu cair yang sehat.....????????
Secara fisik memang sangat sulit untuk membedakan atau melihat bagaimana susu yang mengandung zat-zat berbahaya karena harus dilakukan pengujian secara kimiawi, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang tentunya akan dapat membantu untuk mengkonsumsi susu yang sehat.
1. Susu berwarna putih yang pada umumnya (jika susu berwarna putih)
2. Cairan susu homogen atau tidak pecah
3. Tidak terasa getir, hambar. Susu yang memiliki rasa agak keasaman adalah susu yang sudah tidak baik lagi, akibat dari aktivitas mikroba yang menyebabkan kadar keasamaan susu meningkat
4. Sebelum mengkonsumsi susu sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu
5. Jika susu tidak habis dikonsumsi dalam 1 kali konsumsi, sebaiknya disimpan pada suhu dingin hingga mencapai 4 derajat celcius (susu sebaiknya diminum untuk satu kali konsumsi saja sejak kemasan dibuka)
6. Hal yang paling umum adalah perhatikan tanggal produksi dan tanggal expire (kadaluarsa) susu tsb.
Demikian ulasan saya mengenai susu cair, semoga bermanfaat dan menjadi konsumen yang peduli akan kesehatan.
Referensi
Lukman. 2007. Penggunaan Hidrogen Periksida
Bluyen2. 2005. Simanis Siklamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari budayakan berkomentar baik