Selasa, 22 Oktober 2013

Krisis Pangan Dan Ekonomi Tingkatkan Jumlah Penduduk Kelaparan

Krisis pangan di negara-negara miskin ditambah dengan krisis ekonomi global menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk yang kelaparan, dengan lebih dari satu miliar orang kekurangan pangan tahun ini, kata badan-badan pangan PBB, Rabu.
"Tidak ada negara yang kebal dan, sebagaimana biasa, negara-negara paling miskin -- dan orang paling miskinlah-- yang paling menderita," kata kepala Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Jacqyes Diouf dan kepala Program Pangan Dunia (WFP) Josette Sheeran dalam laporan tahunan tahun ini mengenai keamanan pangan global.
"Bahkan sebelum krisis pangan dan krisis ekonomi, jumlah orang yang kelaparan meningkat perlahan tetapi stabil," kata laporan yang disusun bersama oleh FAO dan WFP.

"Akan tetapi serbuan krisis-krisis ini, jumlah orang kelaparan di dunia meningkat secara tajam," kata badan-badan yang berpusat di Roma itu.

FAO memperkirakan 1,02 miliar orang kurang makan di seluruh dunia pada 2009," katanya. "Ini merupakan lebih banyak orang yang kelaparan sejak 1970.

Jumlah orang kelaparan mencapai puncaknya satu miliar untuk pertama kali sejak 1970, tetapi proporsi lebih kecil dari jumlah penduduk dunia, yang sekarang hampir tujuh miliar jiwa dibandingkan dengan kurang empat miliar empat dasawarsa lalu.

Penduduk terbesar yang kurang makan adalah di wilayah Asia-Pasifik yaitu 642 juta orang disusul Sub-Sahara Afrika 265 juta, Amerika Latin 53 juta orang. Sekitar 15 juta orang mengalami kelaparan di dunia maju.

Sejak 2007, harga pangan yang tinggi memicu kerusuhan di lebih dari 60 negara.

Laporan itu dikeluarkan menjelang Hari Pangan Dunia, Jumat, mengakhiri seminggu perundingan di antara sekitar 300 ahli yang dipusatkan pada penyediaan pangan bagi dunia tahun 2050, saat PBB memperkirakan jumlah penduduk 9,1 miliar jiwa.

Sasaran KTT Pangan Dunia itu yang bertujuan mengurangi jumlah orang yang kurang pangan separuhnya menjadi tidak lebih dari 420 juta pada 2015 tidak akan tercapai jika kecenderungan yang ada sebelum krisis itu terus terjadi," kata laporan itu memperingatkan.

Direktur Jendral FAO Diouf akan mengajukan sebuah "peti perkakas" untuk membantu negara-negara memerangi kelaparan, Kamis.

Krisis keuangan menyebabkan menurunnya bantuan asing dan investasi di negara-negara miskin serta pengiriman uang dari keluarga yang bekerja di negara-negara kaya, tambah laporan itu.

"Kehilangan pendapatan ini adalah semakin bertambah akibat harga pangan yang masih relatif tinggi di pasar-pasar lokal banyak negara miskin," kata FAO.

Badan-badan PBB itu mendesak dilakukan investasi dalam jaringan pertanian dan pengamanan" walaupun kesulitan keuangan dihadapi pemerintah-pemerintah di seluruh dunia."

Pada Jumat, lima duta besar muhibah baru akan diangkat yaitu peraih medali emas Olimpiade dari AS Carl Lewis, perancang mode Prancis Pierre Gardin, bintang sepakbola Patrick Vieira, dan penyanyi-penyanyi serta penggubah lagu Anggun dan Fanny Lu dari Prancis dan Kolombia.

Sumber : http://erabaru.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari budayakan berkomentar baik